Minggu, 30 Juni 2019

Handle with Care

Pengiriman barang yang mudah pecah, biasanya diberikan tambahan pelindung berupa kardus, styrofoam, dan peti kayu. Untuk kepentingan perdagangan, cara pengiriman yang aman sudah dilaksanakan sepenuhnya. Seandainya terjadi pun, persentase kerusakannya relatif sangat kecil sekali. 

Bagaimana dengan kiriman kursi roda pribadi dengan pesawat terbang? Ternyata banyak yang rusak. Pemilik kursi roda berpikir, masa sih cuma sebentar saja dari boarding ke dalam pesawat dan dari pesawat ke roda berjalan bagasi, membuat kursi roda rusak. Ada yang ringsek, patah, bengkok, pecah, dan kerusakan yang lainnya. Persoalannya, ketika kursi roda ingin diloading ke dalam pesawat dari mobil, memang sih, hanya diikat atau dilakban seadanya tanpa pelindung seperti industri pengiriman.

Hampir semua porter yang demi mempercepat pekerjaan mengoper ke temannya dengan tidak hati-hati. Sehingga kursi roda ada yang terbentur, terjatuh dan didorong dalam keadaan ter-rem kursi rodanya.

Jika demikian cara penghandlean, jelas berpotensi merusak. Begitu juga ketika dari pesawat ke mobil angkut. Juga kursi roda seringkali dilempar dan ketindian barang-barang bagasi lain. Dan dari mobil angkut ke ban berjalan bagasi, diperlakukan pula tidak sebagaimana semestinya. 

Kontrol kualitas kerja porter ini memang sulit dilakukan. Karena standar operasi prosedurnya (SOP) kadang tidak ada dan jelas. Pihak maskapai penerbangan, karena tidak ada keluhan dari penumpang yang membawa kursi roda, maka penanganan loading dan unloading barang di bandara, dianggap tidak bermasalah.

Kecerobohan porter ini menimbulkan biaya ekstra untuk memperbaiki kerusakan kursi roda. Tidak adil, yang merusak orang lain. Yang membayarnya orang berbeda. Bagaimana kejadian merugikan seperti ini ditanggung oleh keluarga porter. Tentu marah besar. Penumpang pemilik kursi roda memilih diam dan toleransi. Kalau kecerobohan ini masih terus dibiarkan. Maka persepsi kualitas maskapai penerbangan tersebut akan rusak. Ingatlah, kalau sudah terlanjur rusak, sangat sulit untuk memperbaiki. Terapkan standar operasi prosedur (SOP) Handle with Care. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sharing Location Bengkel Kursi Roda